malam...
Kita masih berpeluk, mendengar pahatan hujan yang tiba-tiba London datang,
lari kecil-kecil seiring langkah kaki mungil. dia hempaskan tubuhnya,
bak peri kecil kehilangan sayapnya, keluh dia "Bunda, aku takut dikejar hantu mimpi "
dengan sedikit isak tangis,dia benamkan wajahnya ke pelukan kamu,kamu belai rambutnya.
Aku lihat kalian,dalam hati aku berbisik. Kalian benar-benar keheningan.
jawab kamu "sudah-sudah, London tidak perlu takut, tidak ada hantu mimpi lagi klo London doa dulu"
London merajut manja, "aku takut Bunda, hantunya bermuka jelek, bermuka dua"
aku ikut dalam batasan percakapan kalian, "London tidak perlu takut, nanti klo hantunya datang lagi biar di kamehameha sama Bunda".
aku sedikit nyengir, melihat mata kamu ke arah aku seolah-olah masih kurang besar, dengan bola mata bayi kamu.
London tertawa, senyum kecil yang menebar bening.
kita pun beranjak masuk ke kamar, melepas lelah, membawa satu ke dalam mimpi.
London Putri Purnomo...sangat terlihat jelas saat itu.